28 November 2009

Mencoba Kue Keberuntungan


Random fortunes, do you believe?








Mari kita menengok seorang filsuf kontemporer asal Prancis, Alain du Botton. Dalam novelnya Tentang Cinta (On Love), ia menerapkan teori probabilitas dalam percintaan tokoh utama (yang tidak disebutkan namanya) dengan Chloe. Keduanya tidak sengaja bertemu di sebuah pesawat terbang. Apakah mereka benar-benar berjodoh ditakdirkan untuk bersama? Inilah yang dihitung matang-matang oleh sang pria ke dalam rumus-rumus statistik rumit. Hasil perhitungan menunjukkan kecilnya kemungkinan pertemuan itu, tapi mereka memang benar-benar bertemu dan menjalin cerita.

Seperti itulah kira-kira jika saya ingin menganggap semua bentuk kebetulan. Pada akhirnya, kata 'kebetulan' ini diganti dengan kata 'kejutan' mengingat nilai 'tidak ada yang namanya kebetulan', hehehe... Termasuk ketika saya mengenal sebuah aplikasi bernama fortune cookies (kue keberuntungan) yang dapat dilihat di facebook. Syahdan, dengan mengklik aplikasi ini kita akan mendapatkan sebuah kalimat bijak, petuah, keberuntungan, atau apa yang akan kita alami hari ini.

Melihat fortune cookie, saya jadi teringat film-film Asia Timur di mana terdapat adegan-adegan ritus keagamaan, di mana salah seorang jamaah mengocok semacam gelas bambu berisi stik-stik bertuliskan keberuntungan atau kesialan yang akan dihadapi dalam waktu dekat. Layaknya arisan, stik yang jatuh dari wadah tadi akan menjadi 'milik' orang tersebut. Ada yang percaya, ada pula yang tertawa setelah membacanya.

Anyway, saya menyempatkan diri mencoba kue keberuntungan maya. Sudah ada beberapa wisdom di tiap kuenya, kadang saya tertawa, senyum-senyum, atau mengerutkan kening. "Take a trip with a friend.""Merge your spirit life and your work", "You will touch the hearts of many", "Money is the root of all evil", "You are vigorous in words and action", "You will step on the soil of many countries." Tapi dari kesemua itu saya paling senang dengan wisdom ini: "You can't stop the waves but you can learn to surf."

Haruskah kita juga menerapkan teori probabilitas dan kelayakan untuk ini? Hahaha...saya nyaris tidak punya waktu untuk menghitung, meski dalam sehari rutinitas saya hanya tidur, makan, dan berangan-angan. Namun tidak ada salahnya yakin, apalagi terhadap persangkaan-persangkaan baik mengenai diri kita yang terdapat dalam fortune cookie itu, hehehe..

Bon Appetite!!!

No comments: