24 September 2008

Page One Song

Berikut tiga orang yang menjadi alasan mengapa aku menjadi kagum dengan grup musik asal tanah Elizabeth, MUSE. Kak Pian, Kak Harwan, dan Madi. Tidak sengaja kutemukan tiga kepingan Audio CD (Showbiz, Origin of Symetri, dan Absolution) di dalam CD case milik Kak Pian tidak berapa lama setelah ia pulang dari tanah rantauan, bersama dengan cakra padat milik pesohor-pesohor dunia lainnya. Aku beruntung, karena dua CD pertama sulit ditemukan di Makassar, belum lagi pada masing-masing CD ada lagu special edition yang hanya di rilis di negara asal kakakku membelinya.


Tersangka kedua Ka Harwan, dia sangat menyenangi lagu Unintended. Biasanya aku dan beberapa teman senang memasang lagu paling favorit atau bisa dikatakan lagu yang nakke banget di halaman pertama 'buku harian' kami (hitung-hitung sebagai penghibur ketika langkah kaki sedang goyah. Kala itu, aku masih memasang teks lagu Wake Me Up When September Ends milik Green Day. Akan halnya Madi, aku juga menemukan teks lagu Unintended itu dari buku catatan kuliahnya. Aku penasaran, hingga akhirnya ketika pulang ke Bone, aku segera mencari album Showbiz demi membuktikan sefenomenal apakah lagu itu hingga bisa menggerakkan dua mantan ketua Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi itu, setidaknya sebagai 'pembukaan' catatan harian mereka.
(to be continued...)