6 May 2008

hanya bermodal AUTAN

Suara merdu Jordin Sparks, jawara american idol 07 melantun bersama vokal Chris Brown (dulu kukira ia pemain MU), menemani aku dan Ka Harwan. sebelumnya kami telah menikmati kolaborasi apik Aerosmith dan Run DMC. itu lho, lagu fenomenal mereka yang telah berhasil menyatukan dua genre musik berseberangan: rock and roll dan hip-hop. Aku ingat pernah menyaksikan penampilan live keduanya di satu panggung dalam sebuah acara penghargaan musik MTV, entah tahun berapa itu, aku telah lupa.

bagi yang menyukai kedua lagu tersebut dan punya akses untuk membuka komputerku, bersiap-siaplah untuk kecewa. Jordin Spark sebagai ikon musik kontemporer dan Aerosmith yang mewakili golongan eighties tidak ada dalam daftar playlistku. No Air dan Walk this way tersebut kudengarkan di sebuah radio online via iTunes. Kebetulan pak Bangun memasukkannya sebagai salah satu aplikasi ketika aku membeli komputer darinya.

Fasilitas radio online baru aku bisa nikmati malam itu. Dengan alasan kurang kerjaan dan menunggu download buku ka Harwan selesai, aku mengutak-atik aplikasi yang menuntut koneksi internet. beberapa program telah kucoba tak berapa lama sebelumnya, namun semua bermuara pada sebuah frase: tidak berhasil. ah, aku memang payah dalam urusan software dan sebangsanya.

Usulan untuk mencoba radio online sebenarnya datang dari ka harwan. Awalnya aku malas, mengingat 'kegagalan-kegagalan' yang telah kualami dahulu. Ikon keledai pada program amule lebih menarik kulihat apalagi sambil bertopang dagu, lalu mengkhayal.

Namun sebelum aku melangkah jauh di dalam khayal, Ka harwan buru-buru mengambil alih kendali mouse internal, lalu mulai membuka iTunes dan... terjadilah hubungan dengan dunia luar. Tinggal pilih genre yang disukai dan akan muncul puluhan radio yang bisa diakses. Dari eighties dan nineties sampai angkatan setelahnya. Dari Kylie Minogue sampai Rihanna, dari Aerosmith sampai The Jonas Brothers, dari Phil Collins sampai Jesse McCartney, dari Madonna dewasa sampai madonna nenek2. Di tengah keseriusan ka harwan mengamati layar komputer, diam-diam mataku menelusuri baris daftar radio, mencari-cari channel radio di Makassar, kok tidak ada ya?

Aku jadi keasyikan belakangan, namun ekstasi tersebut harus ditunda dulu karena ka Ishak memberi kabar kedatangannya di pondokan. Ia mencari kami, mungkin rindu lama tak bersua. Aku mengucapkan sampai jumpa pada orang-orang yang ada di wallpaperku. Ka harwan membereskan urusan stop kontak dan dua gelas minuman rasa blackcurrant yang kami bawa sebagai bekal online di kantin sospol, tepat di sebelah 'pasar' yang sering aku dan kawan-kawan kunjungi. Tak lupa se-sachet anti nyamuk beraroma kulit jeruk, ia masukkan ke dalam kantongan untuk dibawa pulang. Masih sedikit tersisa untuk sekali pakai untuk dua orang.

Ya, kami akan sangat membutuhkannya untuk keperluan online pada kesempatan mendatang, di sebuah tempat yang kupilih ketika kantong sedang kering. Secara kalkulus, tidak butuh biaya dan tenaga yang banyak. Ingat prinsip ekonomi: pengeluaran sekecil-kecilnya untuk keuntungan sebesar-besarnya. Hanya dengan bermodal anti nyamuk, kami bisa sejenak terhibur, terhubung dengan orang-orang yang dikasihi dan yang paling utama adalah tentunya beroleh kesempatan merasakan nikmatnya yang namanya gratisan.

1 comment:

Anonymous said...

Memang buat yang gratis mesti sedikit berbanan...
Sering ngenet pelataran kantor direktur Unhas??? mirip pasar malam saja kulihat ramenya orang, hehehe

Thanks udah mampir dan meninggalkan jejak!!!
kalemboade