2 October 2010

Pizza Freak

Saya selalu bersyukur diciptakan dengan lidah yang gampang beradaptasi dengan berbagai jenis makanan. Perut saya juga bisa mencerna dengan baik makanan yang mungkin baru pertama kalinya saya cicipi. Termasuk pizza. Saya baru menyentuh makanan ini di awal tahun 2008, saat kebetulan bertemu dengan teman di MP (padahal saya sudah 4 tahun tinggal di Makassar saat itu, dari mana saja?) I love pizza. I'd die for a pan, haha...

Sayangnya, kalau salah pilih jenis pizza kolesterol saya bisa naik tanpa diminta, piuh... Makanya setiap kali beruntung (ditraktir teman atau senior), saya pasti pesan dengan kola, karena katanya kola bisa menetralkan kadar kolesterol yang baru masuk dalam tubuh. Belum dibuktikan secara medis sih, tapi saya sendiri sudah mencoba dan taraaa... saya tidak akan menolak kalau ada yang mau traktir lagi, hihihi...

Selama ini jika ada teman yang berbaik hati berbagi rezeki, pasti saya orang pertama yang menyarankan untuk ke kedai pizza saja, di mana pun itu di Makassar. Tapi sayangnya, di geng ada seorang teman yang sangat anti-pizza. Katanya tidak cocok dengan perut pribuminya, hehe. Makanya tiap kali saya bersikeras makan penganan dari negara menara miring ini, akan ada sedikit gurat-gurat keberatan di wajahnya. Mostly, saya menyerah.


Tapi waktu Iqko traktir di kedai pizza di kawasan boulevard, mau tidak mau ia harus beradaptasi. Tidak usah saya ceritakan ya bagaimana teman saya ini membelah lembar pizza dan perjuangannya menelan pizza hingga irisan terakhir. Saya tidak berhenti tertawa dan memandangi ekspresi kegundahan di wajahnya, hehe. Yang jelas, setelah satu pan personal di depannya habis dilahap, ia tiba-tiba mengajak saya bermain bola. Lho? Katanya, para pemain bola di negeri Pisa makan pizza dulu baru main bola. Huh, ada ada saja... :D

No comments: