14 October 2010

Temanku, Si Beruang Madu

Begitu mudah untuk akrab dengan satu orang ini. Dia bisa diajak bercerita tentang apapun. Tidak usah ditanya seberapa fasihnya dalam soal musik mancanegara, he is a freak. Ia pernah ‘membentak’ waktu memutar mp3 di rumah seorang teman ketika kami yang masih angkatan baru di kosmik melakukan persiapan acara persembahan di bina akrab. Dia bilang selera musikku aneh, karena waktu itu saya putar lagunya Bon Jovi, hahaha...

tampak samping (ampunka seniooorr!)

Ukuran tubuhnya memang agak jumbo, that makes him very easy to recognize. Ia adalah orang dengan mood yang tidak bisa ditebak. Kadang sangat antusias dan kadang bĂȘte minta ampun, dan lagi lagi akupernah menjadi korban sifat moody nya itu. Pernah suatu hari di kampus, masih maba, di koridor, aku datang mengeluh padanya, tapi yang aku dapat ‘bentakan’ lagi, aduh aduh… mungkin karena waktu itu aku belum terlalu mengenalnya.

Ia sering mengaku kalau ia adalah tipe individualis, lebih senang melakukan segala sesuatu sendiri. Hmm…sarcastic aye? Sebab itu ia tidak pernah menyusahkan teman-temannya. Satu hal lagi ia suka tertawa dengan keras (saingan 1-2 dengan dwi). Ya, selain karena ukuran tubuhnya, ia begitu mudah dikenali dari jauh karena tawa kerasnya yang seperti berirama.

tampak belakang (agak-agak suram)

Oh iya, Iqko adalah mantan penyiar radio di Makassar, he is (or was?) a radio star. Seingatku ia mulai menyiar ketika lulus SMA, di sebuah stasiun radio yang selalu ia banggakan. Ia suka memutar lagu untuk kami anak-anak RUSH kapan pun ia sempat. Dan aku yakin, ia pasti juga memutar sebuah lagu untukku ketika aku berulang tahun, iya kan Iqko? ^^

Iqko-lah yang mengorganisir teman-teman angkatan kami untuk memberi ucapan selamat ulang tahun di sebuah buku mini yang ia buat sendiri, plus sekeping compact disc berisi lagu-lagu favoritku. Itu adalah kado ulang tahun terindah yang pernah kuterima (juga kado mukena dari sahabat terbaikku, Madi). Saya masih menyimpannya sampai sekarang, meski di beberapa bagian tulisannya mulai kusam dan luntur. Semoga bukan persahabatan kita yang luntur, teman.

tampak depan (akhirnya...)

Aku yakin dengan hal itu, dia adalah sebaik-baik teman. Ia akan selalu ada setiap kali seorang teman membutuhkannya. Ia adalah ‘tong’ sampah yang berisi masalah-masalah dan uneg-unegku. Ia sangat setia kawan: temanku adalah temannya, dan musuhku adalah musuhnya juga. Ia tidak pernah menegaskan itu, tapi aku bisa melihatnya dari sikapnya selama ini. Aku rasa itu sudah cukup menggambarkan keutamaan seorang Iqko.

Hari ini ia berulang tahun. Yang aku sesalkan, sampai hari ini aku belum bisa memberinya kado, apalagi yang bisa sebagus kado pemberiannya dulu. Beberapa hari yang lalu aku menulis di wall-nya: aku merasa terlupakan, hiks hiks…”. Sebenarnya aku bercanda, aku tahu ia sangat sibuk. Tapi meskipun sibuk ia pasti masih akan selalu menyempatkan diri untuk mentraktir kami atau sekedar kongkow-kongkow tidak jelas, hehehe..iya kan Iqko?

tampak seluruh badan (betul kan kata saya? hehehe)

Selamat hari jadi, sobat. Semoga terberkati hari-harimu ke depan. Hanya Allah yang akan membalas kebaikanmu selama ini. Semoga panjang umur hingga kita bisa bertemu lagi di tahun-tahun depan supaya aku bisa memberimu kado ^^.

2 comments:

non inge said...

wah sahabatnya lagi ultah yah...
ikut mengucapkan selamat ^^ moga segala cita dan keinginan diberi kemudahan dan menjadi nyata akhirnya ^^

joe said...

wah ada yang ultah, sepertinya ada yang makan-makan nih...