10 December 2009

Merawat waktu

Akhir-akhir ini tampaknya saya selalu bermasalah dengan waktu. Jika saja 'waktu' punya mulut pasti dia akan menuntut sembari memaki-maki balik: "Mengapa saya yang selalu disalahkan, kenapa kamu tidak bisa memahami saya wahai manusia yang katanya berpikir, kenapa kau bilang saya sombong, kenapa kau selalu menyuruh saya kembali, kenapa kau selalu meminta saya menunggumu yang terlalu lamban."

Hufh..kurang lebih seperti itu jika ia bisa berbicara. Namun ternyata ia sudah berbicara dengan cara lain, melalui pertanda dan jejak langkah-langkahnya sejak pertama kali ia diciptakan. Waktu seperti prajurit yang berlari yang langkahnya dapat dihitung, namun ada saat ia seperti perempuan yang tidak bisa ditebak.

"Sebenarnya kau bisa mengikat satu bagian dariku, the past, meski tidak akan sama rasanya dengan apa yang tengah kau jalani hari ini. Tapi hari ini juga akan berlalu terbuang, menjadi masa lalu yang akan kau harap untuk kembali jika kau tidak memperlakukanku dengan sakral, jika kau tidak merawatku dengan hati-hati" kata sang waktu lagi...lalu berlalu lagi...

No comments: