4 January 2011

Not Knowing

sometimes people are better off not knowing. saya percaya dengan nasehat ini. jadi itulah mengapa saya menjadi orang paling banyak pertimbangan yang mungkin pernah teman-teman temui. karena saya tahu, setiap kata yang keluar dari mulut tidak bisa ditarik kembali dan itu akan menjadi milik umum. dan resiko dari sebuah rasa tahu adalah orang akan bebas menafsirkannya.

saya lebih memilih menderita dengan pikiran-pikiranku sendiri dibanding membayangkan bagaimana jika orang lain yang memikirkannya. percayalah, saya bisa menebak akhir sebuah sesuatu. namun saya hidup di dunia ini tidak sendiri, orang lain juga punya pertimbangan dan saya tidak bisa memaksakan segala sesuatu berjalan seperti mauku saja.

hidup ini cuma tentang dua hal, memilih dan menjalani konsekuensi pilihan itu. Saya memilih pasti setelah mempertimbangkan apa resikonya. dan ketika semua berjalan tidak sesuai rencana matang di kepala, itu sudah di luar kehendakku, saya hanya bisa ikhlas dan bersabar. dan di situlah saya merasakan kebesaran Tuhan, bahwa Tuhan juga turun tangan menjaga perbuatan-perbuatan manusia. Ketika manusia menginginkan jalan yang lurus dan cepat, hidup selalu punya cara untuk membelokkannya.

tidak ada rencana yang sempurna, terkadang kita menginginkan A tapi yang terwujud adalah B, tapi sebenarnya itulah yang terbaik. otak manusia terlalu kecil untuk memahami rencana Tuhan Yang Mahasempurna. Ia akan memberikan apa yang kau butuhkan pasti juga dengan melihat caramu bersabar dengan ujian-ujiannya.

saya sudah menduga fase ini pasti akan datang dan menguji sebuah hal yang kita anggap sudah mapan. saya tahu momen ini sangat berat bagi kita, tapi aku bisa kuat oleh sebuah pesan junjunganku: jangan sampai sebuah kemarahan menghilangkan kasih sayang di antara kalian. sebuah kesalahan bisa membuat seseorang buta dengan kebaikan-kebaikan yang telah mereka jalani bersama-sama.

saya ingin memperjelas sebuah hal tentang persaudaraan, jika 100 orang tidak percaya pada temanmu, maka engkau wajib percaya pada temanmu itu, atau jika ada 100 orang yang bercerita buruk tentang temanmu, maka sebagai teman engkau harus menjadi orang pertama yang membelanya. itulah hak seorang teman. dan saya sudah menjalani kewajiban saya hanya saja engkau tidak melihatnya hingga engkau salah paham dengan semua ini.

dan sebagai temanmu, saya tidak keberatan kalau kau ingin menjauh mungkin. saya bisa menunggu sampai engkau menyadarinya. saya pernah kehilangan beberapa orang teman dan itu sungguh tidak menyenangkan. saya tidak mau itu terjadi padamu. kini saya cuma bisa pasrah dan membiarkan tangan-tangan Tuhan bekerja. saya sudah membuka diri dengan segala kemungkinan-kemungkinan di hadapanku. saya kuat karena menyadari sebuah hal, saya bisa bersabar menjalani waktu, seperti yang kau bilang 'waktu' adalah obat terbaik dari semua rasa sakit.

2 comments:

non inge said...

sedang ada masalah dengan temannya yah >.<

semoga masalahnya cepat selesai dan mendapat jalan keluar terbaik :)

LaWira Ramli said...

got your point, walaupun otakku harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mencerna [maklum agak tumpul] hehe..

mungkin itu karna kurang komunikasi atau komunikasinya kurang terbuka em [haha.. sotoy]