13 August 2010

Kick-Ass: Redefenisi Hero?



"Ada ribuan orang berlomba-lomba menjadi Paris Hilton, tapi kenapa tidak ada satu orang pun yang ingin menjadi Spiderman"

Dialog ini terjadi sebelum adegan yang menjadi titik balik seorang Dave Lizewski memutuskan menjadi seorang hero. Sebuah adegan di mana ia berada di titik jengah selalu menjadi korban pemerasan preman-preman lorong. Malamnya, di sebuah kamar tipikal seorang remaja normal dan surving konten internet yang juga tipikal (virtual sex, porn sites, etc), Dave memesan kostum hero berwarna hijau di sebuah toko online.

Suatu hari, ia kembali melihat dari kejauhan adegan pencungkilan mobil oleh preman yang sering memerasnya. Kali ini Dave meneguhkan tekad, berbalik menuju lorong supaya tidak terlihat melepas baju luarnya, lalu kembali dengan kostum hero pesanan. Dengan sedikit ragu, ia melangkah. Maklum yang dihadapinya adalah dua lelaki dengan jam terbang tinggi di bidang perkelahian dan kekerasan.

Tapi niat menjadi seorang hero sudah diikrarkan. Bermodal tongkat seukuran pemukul bisbol, Dave berjasa menghentikan tindakan pencurian mobil karena keberaniaanya. Namun menjadi hero tidak cukup dengan modal nekat. Yang ia dapatkan justru lebih parah dan di luar dugaan. Perut kena tikam hingga ia harus masuk rumah sakit.

Tanpa merasa trauma, ia terus melanjutkan "kecerobohan" di balik topeng hijau itu. Hingga suatu hari dalam suatu kondisi menegangkan ia diselamatkan oleh sosok hero lainnya, Hit Girl dan ayahnya Big Daddy. Pertemuan ini membawa Dave ke dalam sebuah perjanjian: tidak boleh saling membongkar identitas ke orang-orang, jika melanggar, harus ada yang "bayar harga".

Petualangan berlanjut, misi berikutnya adalah mencari kucing hilang. Dave tidak menyangka pada akhirnya misi inilah membawanya pada kepopuleran. Seorang remaja merekam adegan Dave menghadapi tiga orang sekaligus demi melindungi seorang pria. Di akhir video perkelahian, ketika para penjahat mulai menghilang, dengan sisa napas ngos-ngosan Dave memperkenalkan identitas heronya: "I'm Kick-Ass!"

Esoknya, setelah video debutan itu ditonton lebih dari 20 juta kali, Kick-Ass menjadi headline di mana-mana. Di sebuah tempat penjualan komik, Kick-Ass dibuatkan patung tersendiri dan ini membuat Dave kaget bukan kepalang. Misinya tercapai. Tapi tidak seperti serial hero lainnya, Dave belum punya kekasih. Katie Deauxma, sang gadis impian, dalam keseharian Dave malah menganggap dirinya seorang gay yang bisa diajak curhat setiap saat.

Di kota tempat Dave hidup, seorang kepala sindikat Frank D'Amico dibuat kesal oleh ulah seorang tidak dikenal yang berusaha menghancurkan bisnis obat terlarang miliknya. Setelah aksi heroik di Youtube itu, Frank berkesimpulan bahwa Kick-Ass lah sosok pengganggu itu. Namun, belakangan mulai ketahuan siapa pelaku sebenarnya setelah sosok hero-wannabe lainnya muncul: Red Mist yang berhasil mengumpulkan info 'intelejen'.

Adegan pencarian pun dimulai dan Kick-Ass harus ikut terseret. Ia diculik komplotan d'Amigo, keselamatannya pun terancam hingga ia harus jujur pada Katie. Lalu, aksi heroik jumpalitan pamer kekuatan dan gadget paling mutakhir pun tak terhindari.

Sekilas, film ini memiliki banyak keserupaan dengan Spiderman dengan karakter manusiawinya, Peter Parker. Seorang pelajar normal, hobi membaca komik dan surfing internet, jauh dari penyimpangan perilaku, dan tidak pernah berurusan dengan polisi. Jika Parker menjadi hero karena digigit radioactive spider dan terkesan tidak menginginkan kekuatan itu, maka sosok Dave menjadi kebalikannya. Ia justru mencari kekuatan itu meski pada akhirnya ia harus menyadari bahwa ia hanya bisa nekat, tanpa sayap Spiderman, tanpa mutasi genetik, tanpa gigitan laba-laba, dan tanpa gadget mewah seperti Harvey "Batman" Dent.

Film Kick-Ass merupakan film adaptasi komik berjudul sama karangan Mark Millar dan John Romita Jr. Rilis pada 26 Maret 2010, film ini sayang sekali tidak tayang di bioskop Makassar. Mungkin karena pertimbangan konten kekerasan yang lumayan banyak (membunuh orang tampaknya sangat mudah dan tidak merisaukan) dan kehadiran sosok Hit Girl, perempuan10 tahun dengan karakter pembunuh berdarah dingin.

Menonton Kick-Ass seperti menonton parodi film-film heroik selama ini. Namun bedanya dengan film parodi yang banyak bertebaran, Kick-Ass sangat apik menggambarkan kegundahan seorang Dave yang ingin menjadi hero serta ketakutan alamiah yang ia alami ketika berhadapan dengan orang lain yang jauh lebih kuat darinya. Bagaimana pula ketika ia memutuskan menenggelamkan diri pada resiko yang secara tidak langsung ia mulai sendiri. Film ini sangat menghibur dan memberi udara segar dalam menyelami dunia seorang hero.

Jadi, menjadi hero hanya butuh dua modal: naif dan nekat, sepakat?

No comments: