30 January 2014

Malam, saat teman-teman finance masih sibuk closing.

Akhir bulan, Januari sedikit lagi berakhir... And I'm still here.

Tapi tidak, kali ini saya tidak akan mengeluh dengan kantor dan kerjaan. Ever since I worked here, belum sekalipun syukurku kutujukan untuk pekerjaan yang telah mencukupi hidupku 2,5 tahun terakhir, yang dengannya saya bisa naik level kamar kos dengan kamar mandi di dalam. Pekerjaan yang memberi saya kemampuan untuk mentraktir teman-teman sekali seminggu, yang bisa membuat saya berada di atm lebih lama untuk menyelesaikan hutang-hutang bulan lalu, membelikan ponakan baju-baju baru atau mainan baru, atau sekedar membelikan mama, bapak, puang Remma pulsa,

Terima kasih Tuhan, mengalirkan rezekiMu lewat pekerjaan ini. Walau tiap hari saya harus berhadapan dengan seseorang yang lebih banyak meremukkan jiwa daripada bikin senyum. Walau tiap hari sekuriti memandangi saya karena keseringan datang telat, walau kantor ini tetap aktif pas hari Sabtu. Terima kasih Tuhan, pekerjaan ini mampu mengalihkanku dari berpanjang angan-angan.

Tadi saya baru akan mematikan laptop saat Eby menghampiri, bertanya apakah saya masih akan tinggal. Bagian finance masih harus stay, makan malam di kantor adalah hal lumrah tiap akhir bulan. Saya tiba-tiba merasa terharu. Di divisiku, saya yang paling sering pulang terakhir. Dan tidak hanya Eby, karyawan lain juga selalu menghitungku ke dalam jumlah makanan yang akan mereka pesan. Dan untuk ini aku bersyukur. Terima kasih, Tuhan.

Besok tahun baru Imlek. Saya akan selalu teringat dengan tetangga Tiong Hoa kami dulu yang kini sudah pindah. Saya lupa tahun persisnya mereka pindah, seingatku dalam kurun 10 tahun, di mana saya sudah ditahbiskan sebagai warga Makassar. Mereka, juga sebagian besar warga Tiong Hoa suka dengan kembang api. Saya teringat dengan empat kardus kecil kembang api di laciku, pernah saya niatkan untuk jadi hiasan di kue tart ultah atasan di kantor. Yang terpakai cuma dua batang, sisanya mungkin akan saya bawa pulang ke Bone, buat bulan puasa, atau dipasang di kue ultahku, tahun baru, kue ultah atasan lagi, atau membawanya ke Amsterdam.

Libur di hari Jumat berarti libur panjang. Saya belum memikirkan akan ke mana. Masih bingung juga dengan jadwal off saya Sabtu ini atau minggu depan. Fiuuuhhh... Kebiasaan lama kambuh, indisipliner. Mungkin di rumah Eby, sambil kepak-kepak barang karena kontrakannya berakhir besok... So much memories there. Paling hits, suasana pagi di tanggal 30 November 2013, semalam hujan deras yang memaksa saya dan Ely berbasah-basah ria setelah puas menyaksikan Uchie, junior saya yang paling ganteng, perform dengan band nya di sebuah hotel baru bilangan dekat kantor. Pagi itu saya bergegas keluar rumah, menahan rinai sisa-sisa hujan semalam dengan pundak tangan sambil lari-lari kecil. Dan hujan-hujan pagi lainnya setelahnya, worth remembered.

Saya cuma merasa butuh kafein malam ini, seperti malam-malam sebelumnya. Sekedar pengganjal kelopak mata agar tidur tidak terlalu panjang. Entah kelelahan atau hal lainnya, jam tidurku serasa membengkak, mataku juga ikut bengkak tiap ke kantor... Hahaha....Atau supaya saya bisa melek menghabiskan malam terakhir di rumah elit itu (dan saya harus beryukur juga untuk ini), dengan menonton 'About Time' nya Rachel McAdams, highly recommended by Iqko and Edy.

By the way, Happy Lunar New Year everyone
#bakarkembangapi



Love,
Emma

No comments: